
Saat ku gah mencapai awan
Senyuman yang terukir pada serat daun
Gah pada seri yang mendokong akar
Namun pada satu saat ku tahu
Aku hanya menumpang
Di tanah yang pastinya
Saki dengan akarnya
Kujatuh rebah dan
Menyembah bumi
Memang itu sudah takdirnya
Dan aku tidak akan terus kalah
Berbaki akar yang ada
Kugapai untuk mencari tunas baru
Agar menjadi pohon yang baru
Agar menjadi diriku yang baru
Dan saat tiba bila
Akan menjadi takdir yang sama
Ku tahu yang aku tidak keseorangan....
No comments:
Post a Comment